Minggu, 24 Mei 2015

Langkah Efektif Untuk Menghafal Al Qur'an

Sesuatu yang paling berhak dihafal adalah Al Qur’an, karena Al Qur’an adalah Firman Allah, pedoman hidup umat Islam, sumber dari segala sumber hukum, dan bacaan yang paling sering dulang-ulang oleh manusia. Oleh Karenanya, seorang penuntut ilmu hendaknya meletakan hafalan Al Qur’an sebagai prioritas utamanya. Berkata Imam Nawawi : “ Hal Pertama ( yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu ) adalah menghafal Al Quran, karena dia adalah ilmu yang terpenting, bahkan para ulama salaf tidak akan mengajarkan hadits dan fiqh kecuali bagi siapa yang telah hafal Al Quran. Kalau sudah hafal Al Quran jangan sekali- kali menyibukan diri dengan hadits dan fikih atau materi lainnya, karena akan menyebabkan hilangnya sebagian atau bahkan seluruh hafalan Al Quran. “()

( ) Imam Nawawi, Al Majmu’,( Beirut, Dar Al Fikri, 1996 ) Cet. Pertama, Juz : I, hal : 66
Di bawah ini beberapa langkah efektif untuk menghafal Al Qur’an yang disebutkan para ulama, diantaranya adalah sebagai berikut :
Langkah Pertama : Pertama kali seseorang yang ingin menghafal Al Qur’am hendaknya mengikhlaskan niatnya hanya karena Allah saja. Dengan niat ikhlas, maka Allah akan membantu anda dan menjauhkan anda dari rasa malas dan bosan. Suatu pekerjaan yang diniatkan ikhlas, biasanya akan terus dan tidak berhenti. Berbeda kalau niatnya hanya untuk mengejar materi ujian atau hanya ingin ikut perlombaan, atau karena yang lain.
Langkah Kedua : Hendaknya setelah itu, ia melakukan Sholat Hajat dengan memohon kepada Allah agar dimudahkan di dalam menghafal Al Qur’an. Waktu sholat hajat ini tidak ditentukan dan doa’anyapun diserahkan kepada masing-masing pribadi. Hal ini sebagaimana yang diriwayat Hudzaifah ra, yang berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا حزبه أمر صلى
“ Bahwasanya Rosulullah saw jika ditimpa suatu masalah beliau langsung mengerjakan sholat. “()
Adapun riwayat yang menyebutkan doa tertentu dalam sholat hajat adalah riwayat lemah, bahkan riwayat yang mungkar dan tidak bisa dijadikan sandaran. ()
Begitu juga hadist yang diriwayatkan Ibnu Abbas ra yang menjelaskan bahwa Rosulullah saw mengajarkan Ali bin Abu Thalib sholat khusus untuk meghafal Al Qur’an yang terdiri dari empat rekaat , rekaat pertama membaca Al Fatihah dan surat Yasin, rekaat kedua membaca surat Al Fatihah dan Ad Dukhan, rekaat ketiga membaca surat Al Fatihah dan Sajdah, dan rekaat keempat membaca surat Al Fatihah dan Al Mulk, itu adalah hadist maudhu’ dan tidak boleh diamalkan. Sebagian ulama lain mengatakan bahwa hadist tersebut adalah hadits dhoif . ()
Langkah Ketiga : Memperbanyak do’a untuk menghafal Al Qur’an. ()
Do’a ini memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing. Mungkin anda bisa berdo’a seperti ini :
اللهم وفقني لحفظ القرآن الكريم ورزقني تلاوته أناء الليل وأطراف النهار على الوجه الذي يرضيك عنا يا أرحم الراحمين .
“ Ya Allah berikanlah kepada saya taufik untuk bisa menghafal Al Qur’an, dan berilah saya kekuatan untuk terus membacanya siang dan malam sesuai dengan ridhal dan tuntunan-Mu , wahai Yang Maha Pengasih “.
Langkah Keempat : Menentukan salah satu metode untuk menghafal Al Qur’an. Sebenarnya banyak sekali metode yang bisa digunakan untuk menghafal Al Qur’an, Masing-masing orang akan mengambil metode yang sesuai dengan dirinya. Akan tetapi di sini hanya akan disebutkan dua metode yang sering dipakai oleh sebagian kalangan, dan terbukti sangat efektif :
Metode Pertama : Menghafal per satu halaman ( menggunakan Mushaf Madinah ). Kita membaca satu lembar yang mau kita hafal sebanyak tiga atau lima kali secara benar, setelah itu kita baru mulai menghafalnya. Setelah hafal satu lembar, baru kita pindah kepada lembaran berikutnya dengan cara yang sama. Dan jangan sampai pindah ke halaman berikutnya kecuali telah mengulangi halaman- halaman yang sudah kita hafal sebelumnya. Sebagai contoh : jika kita sudah menghafal satu lembar kemudian kita lanjutkan pada lembar ke-dua, maka sebelum menghafal halaman ke-tiga, kita harus mengulangi dua halaman sebelumnya. Kemudian sebelum menghafal halaman ke-empat, kita harus mengulangi tiga halaman yang sudah kita hafal. Kemudian sebelum meghafal halaman ke-lima, kita harus mengulangi empat halaman yang sudah kita hafal. Jadi, tiap hari kita mengulangi lima halaman : satu yang baru, empat yang lama. Jika kita ingin menghafal halaman ke-enam, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman dua, tiga, empat dan lima. Untuk halaman satu kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali. Jika kita ingin menghafal halaman ke-tujuh, maka kita harus mengulangi dulu empat halaman sebelumnya, yaitu halaman tiga, empat, lima, dan enam. Untuk halaman satu dan dua kita tinggal dulu, karena sudah terulangi lima kali, dan begitu seterusnya.
Perlu diperhatikan juga, setiap kita menghafal satu halaman sebaiknya ditambah satu ayat di halaman berikutnya, agar kita bisa menyambungkan hafalan antara satu halaman dengan halaman berikutnya.
Metode Kedua : Menghafal per- ayat , yaitu membaca satu ayat yang mau kita hafal tiga atau lima kali secara benar, setelah itu, kita baru menghafal ayat tersebut. Setelah selesai, kita pindah ke ayat berikutnya dengan cara yang sama, dan begiu seterusnya sampai satu halaman. Akan tetapi sebelum pindah ke ayat berikutnya kita harus mengulangi apa yang sudah kita hafal dari ayat sebelumnya. Setelah satu halaman, maka kita mengulanginya sebagaimana yang telah diterangkan pada metode pertama . ()
Untuk memudahkan hafalan juga, kita bisa membagi Al Qur’an menjadi tujuh hizb ( bagian ) :
  1. Surat Al Baqarah sampai Surat An Nisa’
  2. Surat Al Maidah sampai Surat At Taubah
  3. Surat Yunus sampai Surat An Nahl
  4. Surat Al Isra’ sampai Al Furqan
  5. Surat As Syuara’ sampai Surat Yasin
  6. Surat As Shoffat sampai Surat Al Hujurat
  7. Surat Qaf sampai Surat An Nas
Boleh juga dimulai dari bagian terakhir yaitu dari Surat Qaf sampai Surat An Nas, kemudian masuk pada bagian ke-enam dan seterusnya.
Langkah Kelima : Memperbaiki Bacaan.
Sebelum mulai menghafal, hendaknya kita memperbaiki bacaan Al Qur’an agar sesuai dengan tajwid. Perbaikan bacaan meliputi beberapa hal, diantaranya :
a/ Memperbaiki Makhroj Huruf. Seperti huruf ( dzal) jangan dibaca ( zal ), atau huruf ( tsa) jangan dibaca ( sa’ ) sebagaimana contoh di bawah ini :
ثم —— > سم / الذين —- > الزين
b/ Memperbaiki Harakat Huruf . Seperti yang terdapat dalam ayat-ayat di bawah ini :
1/ وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمات ( البقرة : 124 ) —- > )إبراهيمُ ﴾
2/ وَكُنْت ُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ( المائدة : 116 )
وَكُنْت ُ < ——— > كُنْتَ
3/ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يتَّبَعَ أَمْ مَنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَى ( ونس : 35 ) —- > أم من لا يَهْدِي
4/ رَبَّنَا أَرِنَا الَّذَيْنِ أَضَلَّانَا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ( فصلت :29 ) —– > الَّذِين
5/ فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ ﴾ الحشر: 17) —– > خالدِين فيها
Langkah Keenam : Untuk menunjang agar bacaan baik, hendaknya hafalan yang ada, kita setorkan kepada orang lain, agar orang tersebut membenarkan jika bacaan kita salah. Kadang, ketika menghafal sendiri sering terjadi kesalahan dalam bacaan kita, karena kita tidak pernah menyetorkan hafalan kita kepada orang lain, sehingga kesalahan itu terus terbawa dalam hafalan kita, dan kita menghafalnya dengan bacaan tersebut bertahun-tahun lamanya tanpa mengetahui bahwa itu salah, sampai orang lain yang mendengarkannya akhirnya memberitahukan kesalahan tersebut.
Langkah Ketujuh : Faktor lain agar bacaan kita baik dan tidak salah, adalah memperbanyak untuk mendengar kaset-kaset bacaan Al Qur’an murattal dari syekh yang mapan dalam bacaannya. Kalu bisa, tidak hanya sekedar mendengar sambil mengerjakan pekerjaan lain, akan tetapi mendengar dengan serius dan secara teratur. Untuk diketahui, akhir-akhir ini - alhamdulillah - banyak telivisi-telelivisi parabola yang menyiarkan secara langsung pelajaran Al Qur’an murattal dari seorang syekh yang mapan, diantaranya adalah acara di televisi Iqra’ . Tiap pekan terdapat siaran langsung pelajaran Al Qur’an yang dipandu oleh Syekh Aiman Ruysdi seorang qari’ yang mapan dan masyhur, kitapun bisa menyetor bacaan kita kepada syekh ini lewat telpun. Rekaman dari acara tersebut disiarkan ulang setiap pagi. Selain itu, terdapat juga di channel ” Al Majd “, dan channel- channel televisi lainnya. Acara-acara tersebut banyak membantu kita di dalam memperbaiki bacaan Al Qur’an.
Langkah Kedelapan : Untuk menguatkan hafalan, hendaknya kita mengulangi halaman yang sudah kita hafal sesering mungkin, jangan sampai kita sudah merasa hafal satu halaman, kemudian kita tinggal hafalan tersebut dalam tempo yang lama, hal ini akan menyebabkan hilangnya hafalan tersebut. Diriwayatkan bahwa Imam Ibnu Abi Hatim, seorang ahli hadits yang hafalannya sangat terkenal dengan kuatnya hafalannya. Pada suatu ketika, ia menghafal sebuah buku dan diulanginya berkali-kali, mungkin sampai tujuh puluh kali. Kebetulan dalam rumah itu ada nenek tua. Karena seringnya dia mengulang-ulang hafalannya, sampai nenek tersebut bosan mendengarnya, kemudian nenek tersebut memanggil Ibnu Abi Hatim dan bertanya kepadanya : Wahai anak, apa sih yang sedang engkau kerjakan ? “ Saya sedang menghafal sebuah buku “ , jawabnya. Berkata nenek tersebut : “ Nggak usah seperti itu, saya saja sudah hafal buku tersebut hanya dengan mendengar hafalanmu.” . “ Kalau begitu, saya ingin mendengar hafalanmu “ kata Ibnu Abi Hatim, lalu nenek tersebut mulai mengeluarkan hafalannya. Setelah kejadian itu berlalu setahun lamanya, Ibnu Abi Hatim datang kembali kepada nenek tersebut dan meminta agar nenek tersebut menngulangi hafalan yang sudah dihafalnya setahun yang lalu, ternyata nenek tersebut sudah tidak hafal sama sekali tentang buku tersebut, dan sebaliknya Ibnu Abi Hatim, tidak ada satupun hafalannya yang lupa. () Cerita ini menunjukkan bahwa mengulang-ulang hafalan sangatlah penting. Barangkali kalau sekedar menghafal banyak orang yang bisa melakukannya dengan cepat, sebagaimana nenek tadi. Bahkan kita sering mendengar seseorang bisa menghafal Al Qur’an dalam hitungan minggu atau hitungan bulan, dan hal itu tidak terlalu sulit, akan tetapi yang sulit adalah menjaga hafalan dan mengulanginya secara kontinu.
Langkah Kesembilan : Faktor lain yang menguatkan hafalan adalah menggunakan seluruh panca indra yang kita miliki. Maksudnya kita menghafal bukan hanya dengan mata saja, akan tetapi dibarengi dengan membacanya dengan mulut kita, dan kalau perlu kita lanjutkan dengan menulisnya ke dalam buku atau papan tulis. Ini sangat membantu hafalan seseorang. Ada beberapa teman dari Marokko yang menceritakan bahwa cara menghafal Al Qur’an yang diterapkan di sebagian daerah di Marokko adalah dengan menuliskan hafalannya di atas papan kecil yang dipegang oleh masing-masing murid, setelah mereka bisa menghafalnya di luar kepala, baru tulisan tersebut dicuci dengan air.
Langkah Kesepuluh : Menghafal kepada seorang guru.
Menghafal Al Qur’an kepada seorang guru yang ahli dan mapan dalam Al Qur’an adalah sangat diperlukan agar seseorang bisa menghafal dengan baik dan benar. Rosulullah saw sendiri menghafal Al Qur’an dengan Jibril as, dan mengulanginya pada bulan Ramadlan sampai dua kali katam.
Langkah Kesebelas : Menggunakan satu jenis mushaf Al Qur’an dan jangan sekali-kali pindah dari satu jenis mushaf kepada yang lainnya. () Karena mata kita akan ikut menghafal apa yang kita lihat. Jika kita melihat satu ayat lebih dari satu posisi, jelas itu akan mengaburkan hafalan kita. Masalah ini, sudah dihimbau oleh salah seorang penyair dalam tulisannya :
العين تحفظ قبل الأذن ما تبصر فاختر لنفسك مصحف عمرك الباقي .
“ Mata akan menghafal apa yang dilihatnya- sebelum telinga- , maka pilihlah satu mushaf untuk anda selama hidupmu. “()
Yang dimaksud jenis mushaf di sini adalah model penulisan mushaf. Di sana ada beberapa model penulisan mushaf, diantaranya adalah : Mushaf Madinah atau terkenal dengan Al Qur’an pojok, satu juz dari mushaf ini terdiri dari 10 lembar, 20 halaman, 8 hizb, dan setiap halaman dimulai dengan ayat baru. Mushaf Madinah ( Mushaf Pojok ) ini paling banyak dipakai oleh para pengahafal Al Qur’an, banyak dibagi-bagikan oleh pemerintah Saudi kepada para jama’ah haji. Cetakan-cetakan Al Qur’an sekarang merujuk kepada model mushaf seperti ini. Dan bentuk mushaf seperti ini paling baik untuk dipakai menghafal Al Qur’an.
Disana ada model lain, seperti mushaf Al Qur’an yang dipakai oleh sebagain orang Mesir, ada juga mushaf yang dipakai oleh sebagain orang Pakistan dan India, bahkan ada model mushaf yang dipakai oleh sebagian pondok pesantren tahfidh Al Qur’an di Indonesia yang dicetak oleh Manar Qudus , Demak.
Langkah Keduabelas : Pilihlah waktu yang tepat untuk menghafal, dan ini tergantung kepada pribadi masing-masing. Akan tetapi dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, disebutkan bahwasanya Rosulullah saw bersabda :
إن الدين يسر ، ولن يشاد الدين أحد إلا غلبه ، فسددوا وقاربوا و أبشروا ، واستعينوا بالغدوة والروحة وشئ من الدلجة
“ Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak ada yang mempersulit diri dalam agama ini kecuali dia akan capai sendiri, makanya amalkan agama ini dengan benar, pelan-pelan, dan berilah kabar gembira, serta gunakan waktu pagi, siang dan malam ( untuk mengerjakannya ) “ ( HR Bukhari )
Dalam hadist di atas disebutkan waktu pagi ,siang dan malam, artinya kita bisa menggunakan waktu-waktu tersebut untuk menghafal Al Qur’an. Sebagai contoh : di pagi hari, sehabis sholat subuh sampai terbitnya matahari, bisa kita gunakan untuk menghafal Al Qur’an atau untuk mengulangi hafalan tersebut, waktu siang siang, habis sholat dluhur, waktu sore habis sholat Ashar, waktu malam habis sholat Isya’ atau ketika melakukan sholat tahajud dan seterusnya.
Langkah Ketigabelas : Salah satu waktu yang sangat tepat untuk melakukan pengulangan hafalan adalah waktu ketika sedang mengerjakan sholat –sholat sunnah, baik di masjid maupun di rumah. Hal ini dikarenakan waktu sholat, seseorang sedang konsentrasi menghadap Allah, dan konsentrasi inilah yang membantu kita dalam mengulangi hafalan. Berbeda ketika di luar sholat, seseorang cenderung untuk bosan berada dalam satu posisi, ia ingin selalu bergerak, kadang matanya menengok kanan atau kiri, atau kepalanya akan menengok ketika ada sesuatu yang menarik, atau bahkan kawannya akan menghampirinya dan mengajaknya ngobrol . Berbeda kalau seseorang sedang sholat, kawannya yang punya kepentingan kepadanya-pun terpaksa harus menunggu selesainya sholat dan tidak berani mendekatinya, dan begitu seterusnya.
Langkah Ketigabelas : Salah satu faktor yang mendukung hafalan adalah memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ) . Biasanya seseorang yang tidak memperhatikan ayat-ayat yang serupa ( mutasyabih ), hafalannya akan tumpang tindih antara satu dengan lainnya. Ayat yang ada di juz lima umpamanya akan terbawa ke juz sepuluh. Ayat yang mestinya ada di surat Surat Al-Maidah akan terbawa ke surat Al-Baqarah, dan begitu seterusnya. Di bawah ini ada beberapa contoh ayat-ayat serupa ( mutasyabihah ) yang seseorang sering melakukan kesalahan ketika menghafalnya :
- ﴿ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ ﴾ البقرة 173 < ———— > ﴿ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ ) المائدة 3 ، والأنعام 145، و النحل 115
- ( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير الحق ) البقرة : 61
( إن الذين يكفرون بآيات اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّين بغير حق ) آل عمران : 21
( ذلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ وَيَقْتُلُونَ الأنبياء بغير حق ) آل عمرن : 112
Untuk melihat ayat –ayat mutasyabihat seperti ini secara lebih lengkap bisa dirujuk buku – buku berikut :
  • Duurat At Tanzil wa Ghurrat At Ta’wil fi Bayan Al Ayat Al Mutasyabihat min Kitabillahi Al Aziz , karya Al Khatib Al Kafi.
  • Asrar At Tikrar fi Al Qur’an, karya : Mahmud bin Hamzah Al Kirmany.
  • Mutasyabihat Al Qur’an, Abul Husain bin Al Munady
  • ‘Aunu Ar Rahman fi Hifdhi Al Qur’an, karya Abu Dzar Al Qalamuni
Langkah Kelimabelas : Setelah hafal Al Qur’an, jangan sampai ditinggal begitu saja. Banyak dari teman-teman yang sudah menamatkan Al Qur’an di salah satu pondok pesantren, setelah keluar dan sibuk dengan studinya yang lebih tinggi, atau setelah menikah atau sudah sibuk pada suatu pekerjaan, dia tidak lagi mempunyai program untuk menjaga hafalannya kembali, sehingga Al-Qur’an yang sudah dihafalnya beberapa tahun di pesantren akhirnya hanya tinggal kenangan saja. Setelah ditinggal lama dan sibuk dengan urusannya, ia merasa berat untuk mengembalikan hafalannya lagi. Fenomena seperti sangat banyak terjadi dan hal itu sangat disayangkan sekali. Boleh jadi, ia mendapatkan ijazah sebagai seorang yang bergelar ” hafidh ” atau ” hafidhah “, akan tetapi jika ditanya tentang hafalan Al- Qur’an, maka jawabannya adalah nihil.
Yang paling penting dalam hal ini bukanlah menghafal, karena banyak orang bisa menghafal Al Qur’an dalam waktu yang sangat singkat, akan tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga hafalan tersebut agar tetap terus ada dalam dada kita. Di sinilah letak perbedaan antara orang yang benar-benar istiqamah dengan orang yang hanya rajin pada awalnya saja. Karena, untuk menjaga hafalan Al Qur’an diperlukan kemauan yang kuat dan istiqamah yang tinggi. Dia harus meluangkan waktunya setiap hari untuk mengulangi hafalannya. Banyak cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an, masing-masing tentunya memilih yang terbaik untuknya. Diantara cara untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah sebagai berikut :
  • Mengulangi hafalan menurut waktu sholat lima waktu. Seorang muslim tentunya tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu, hal ini hendaknya dimanfaatkan untuk mengulangi hafalannya. Agar terasa lebih ringan, hendaknya setiap sholat dibagi menjadi dua bagian, sebelum sholat dan sesudahnya. Sebelum sholat umpamanya :i sebelum adzan, dan waktu antara adzan dan iqamah. Apabila dia termasuk orang yang rajin ke masjid, sebaiknya pergi ke masjid sebelum adzan agar waktu untuk mengulangi hafalannya lebih panjang. Kemudian setelah sholat, yaitu setelah membaca dzikir ba’da sholat atau dzikir pagi pada sholat shubuh dan setelah dzkir sore setelah sholat Ashar. Seandainya saja, ia mampu mengulangi hafalannya sebelum sholat sebanyak seperempat juz dan sesudah sholat seperempat juz juga, maka dalam satu hari dia bisa mengulangi hafalannya sebanyak dua juz setengah. Kalau bisa istiqamah seperti ini, maka dia bisa menghatamkan hafalannya setiap dua belas hari, tanpa menyita waktunya sama sekali. Kalau dia bisa menyempurnakan setengah juz setiap hari pada sholat malam atau sholat-sholat sunnah lainnya, berarti dia bisa menyelesaikan setiap harinya tiga juz, dan bisa menghatamkan Al Qur’an pada setiap sepuluh hari sekali. Banyak para ulama dahulu yang menghatamkan hafalannya setiap sepuluh hari sekali.
  • Ada sebagian orang yang mengulangi hafalannya pada malam saja, yaitu ketika ia mengerjakan sholat tahajud. Biasanya dia menghabiskan sholat tahajudnya selama dua jam. Cuma kita tidak tahu, selama dua jam itu berapa juz yang ia dapatkan. Menurut ukuran umum, kalau hafalannya lancar, biasanya ia bisa menyelesaikan satu juz dalam waktu setengah jam. Berarti, selama dua jam dia bisa menyelesaikan dua sampai tiga juz dengan dikurangi waktu sujud dan ruku.
  • Ada juga sebagian teman yang mengulangi hafalannya dengan cara masuk dalam halaqah para penghafal Al Qur’an. Kalau halaqah tersebut berkumpul setiap tiga hari sekali, dan setiap peserta wajib menyetor hafalannya kepada temannya lima juz berarti masing-masing dari peserta mampu menghatamkan Al Qur’an setiap lima belas hari sekali. Inipun hanya bisa terlaksana jika masig-masing dari peserta mengulangi hafalannya sendiri-sendiri dahulu.




Minggu, 10 Mei 2015

SELEMBAR KERTAS UNTUK BUNDAKU TERSAYANG

SELEMBAR KERTAS UNTUK BUNDAKU TERSAYANG

Bunda, aku  ingin menjadi bayi kembali dimana aku bersih dari dosa ,tidak ada masalah dalam hidupku,selalu tertawa riang bersamamu, tentram dan damai dipelukanmu walau dunia sedang huru hara,Engkau selalu ada saat aku sedang haus,lapar, dan bahkan saat aku tak berhenti menangis. Namun aku tahu itu tidak mungkin terjadi, keinginan tinggallah keinginan dan Waktu terus berjalan tampa henti. Tahun,bulan,minggu,hari,jam,menit,dan detik berlalu begitu saja tampa kusadari.

Engkau yang memelukku dengan penuh kehangatan
engkau yang selalu menyisir rambutku saat aku kecil
Engkau yang rela bangun ditengah malam saat aku  menggigil
engkau yang selalu menyuruhku  sarapan pagi tampa bosan setiap hari
engkau yang menyelimutiku saat aku telah tertidur lelap
engkau yang selalu membelai saat aku sakit
engkau yang selalu mengkhawatirkanku saat aku belum pulang
engkau  yang iklas tampa pamrih memberikan seluruh yang kau punya  untukku
engkau yang selalu perhatian, selalu bertanya ketika aku hendak melangkah keluar
engkau yang selalu mendoakanku tampa harus kuminta terlebih dahulu
engkau yang selalu menyuruhku untuk menjadi orang yang sabar,tidak dendam,tidak mengeluh, tidak membalas saat disakiti, slalu meminta maaf, dan diam saat orang lain berbicara.
Engkau yang mengajariku untuk mengadu kepada tuhanku saat cobaan menghampiriku
engkau Adalah wanita terbaik didunia ini  bunda
tidak ada dan tidak akan pernah ada yang dapat menggantikanmu dihatiku


Bunda, dari aku masih kecil hingga sampai Sekarang aku mengenal banyak orang, kadang aku mengenal orang baik dan tidak sedikit pula  aku mengenal orang jahat. aku sering bertemu dengan mereka, aku selalu mencoba untuk menjaga perasaan mereka, namun tetap  saja ada  yang membenciku. Tapi engkau bunda, engkau sangat berbeda dengan mereka, aku bersamamu dari awal aku melihat dunia sampai saat ini namun engkau tidak pernah membenciku seperti mereka yang baru kukenal. Padahal, aku sering menyakiti hatimu dan selalu menyusahkanmu.
teman, sahabat,guru atau siapapun yang ada didunia ini mereka tidak seperti bunda, mereka bukan apa-apa dibandingkan dengan bunda, mungkin ada sebagian dari mereka sayang kepadaku, namun itu tidak dapat mengalahkan kasih sayang yang bunda berikan untukku.

Bunda, aku ini hanya anakmu yang lemah
Yang hanya bisa menangis bila engkau tak ada disisiku
Dunia ini begitu buruk bagiku bunda, aku butuh dirimu bunda
Aku tidak tahu apa jadinya hidupku ini bila tampamu
Aku sadar, luka yang kugoreskan mungkin terlalu banyak di hati bunda
Maafkan segala kesalahanku bunda, aku takut kehilanganmu
Ketahuilah bunda, engkaulah yang paling kusayang
Engkau segalanya bagiku
Aku bangga lahir dari rahimmu
Engkau pelita hidupku, penenang jiwaku, bidadariku, dan surgaku ada padamu

Janjiku padamu bunda,
Aku akan selalu mencintaimu walau apapun yang terjadi
Dalam setiap do’aku akan selalu kusebut nama bunda
Akan kuceritakan kepada tuhanku bahwa kau adalah bundaku yang ajaib,  yang menyulap hariku menjadi seperti pelangi lalu menaburkan berlian hingga pelangiku  berkilauan


Bunda, terima kasih untuk segalanya
LOVE YOU BUNDA !

Kata-kata yang kutulis ini sungguh masih sangat sedikit gambaran untuk bundaku yang bagaikan bidadari.

WAHAI SAHABAT….
Hari ini mungkin kau masih bisa melihat ibumu, tapi  esok belum tentu kau dapat melihat ibumu.
segeralah pulang, cium tangan ibumu dengan penuh penghormatan lalu katakan padanya “,, AKU MENCINTAIMU ,,, “











Rabu, 06 Mei 2015

DZIKIRULLAH




1. ALLAH SWT berfirman :” Aku menurut dugaan hamba-Ku terhadap-Ku Aku bersamanya apabila ia mengingat-Ku.jika ia mengingat Aku pada dirinya,niscaya Aku mengingatnya pula pada diri-Ku. Jika ia mengingatku dalam satu kelompok, niscaya Aku mengingatnya dalam kelompok yang lebih baikdaripada kelompok mereka.jika ia mendekatkan diri satu jengkal, maka Aku mendekatinya satu hasta.jika ia mendekatkan diri satu hasta, maka Aku mendekatinya satu depa. Jika ia mendekati-Kudengan berjalan, maka Aku akan mendekatinya dengan berlari.”

2. Orang yang berzikir mendapatkan rahmat dan ampunan ALLAH.


3. ALLAH menyebut nama orang yang berzikir kepada para malaikatyang berada di sisinya.


4. Orang yang berzikir mendapatkan perlindungan ALLAH pada hari kiamat.


5. Berzikir kepada ALLAH lebih utama dari jihad dan memberikan harta banyak terus menerus.


6. Orang yang berzikir akan mendapatkan ketenangan dalam hidup


7. Orang yang berzikir di ibaratkan orang yang hidup dengan rohaninya, dan orang yang tidak berzikir diumpamakan orang yang mati.



Adapun Bacaan Dzikirnya :




Bacaan Lafal Jalalah (lafal dasar berdzikir pada Allah) 
الله 
Allah
Bacaan Istighfar (untuk mohon ampunan kepada Allah) 
اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ 
Astaghfirullah hal adzhiim 
Saya mohon ampun kepada Allah yang maha agung
Bacaan Tahmidz (untuk pujian & syukur kepada Allah) 
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ 
Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin 
Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam
Bacaan Tasbih (untuk mensucikan Allah)
سُبْحَانَ اللهُ 
Subhanallah 
Maha suci Allah
Bacaan Takbir (untuk kebesaran Allah) 
اللهُ اَكْبَرُ 
Allahu akbar 
Allah maha besar
Bacaan Tahlil (untuk meyakini Allah)
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ 
La ilaha illallah 
Tidak ada tuhan selain Allah
Bacaan Shalawat (untuk salam penghormatan kepada nabi): 
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ 
Shallallau ‘alaa muhammad 
Shalawat Allah kepada Muhammad
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ 
Allahumma shalli wasallim ‘alaa muhammad
Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan dan kedamaian kepada Muhammad
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلى الِ مُحَمَّدٍ 
Allahumma shalli ‘alaamuhammad wa ‘alaa aali muhammad 
Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad
Bacaan Bismillah (untuk segala hajat) : 
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ 
Bissmillahirrahmanirrahiim 
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang
Bacaan Tawakkal (untuk kesabaran) : 
اِنَّا للهِ وَاِنَّا اِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ 
Innalillahi wainna ilaihi raaji’uun
Segala sesuatu datangnya dari Allah dan pasti akan kembali kepadanya
Bacaan Hauqolah (untuk pertolongan, dan keselamatan) : 
لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ 
Lahaulawa quwwata illa billahil ‘aliyyil adzhiim 
Tiada daya upaya dan kekuatan kecuali atas izin Allah yang maha mulia lagi maha agung



Wahai Sahabat Mari BERZIKIRRRRR……..

Semoga Allah SWT Selalu mencurahkan kasih sayangnya kepada kita semua.


Selasa, 05 Mei 2015

RATAPAN HATI KECILKU

Ya allahh…


Betapa hinanya diriku……….
yang lupa kepadamu disaat dalam kesenangan,Padahal engkau tak pernah lupa kepadaku saat aku dalam kesedihan. Kemana diriku saat engkau beri kesenangan, aku benar-benar telah lalai akan mengingatmu.

Betapa hinanya diriku….
Yang hanya ingat kepadamu disaat  aku membutuhkanmu, yang meminta-minta kepadamu tampa rasa malu akan dosaku kepadamu yang tak terhitung banyaknya.
Sungguh aku adalah manusia yang tak tahu malu.

Betapa hinanya diriku..
Yang telah kau beri pikiran namun tak aku gunakan untuk memikirkan keagunganmu.
Mataku melihat yang tak seharusnya kulihat
Tanganku melakukan hal-hal yang tidak penting
Mulutku kadang berkata dusta
Telingaku mendengar yang tak seharusnya kudengar
Kakiku kadang melangkah ketempat yang tak seharusnya kulangkahi
Sungguh semua yang kau beri tak aku gunakan dengan baik.


Betapa hinanya diriku………
Yang menginginkan surgamu namun jarang  melakukan perintahmu dan tingkahku layaknya penghuni neraka. sungguh aku tak layak memiliki surgamu.

betapa hinanya diriku…..
yang tak pernah berterima kasih atas penciptaanmu untukku.
engkau yang telah menciptakan ayah dan ibu yang mencintaiku
engkau yang telah menciptakan kakak yang sayang kepadaku
engkau yang telah menciptakan adik yang lucu bagiku
engkau yang telah menciptakan teman-teman yang selalu menghiburku.
Sungguh aku benar-benar makhluk yang tak tahu berterima kasih.

Betapa hinanya diriku…
Yang selalu menyianyiakan waktu yang kau berikan kepadaku dengan hal-hal yang tak berguna, mengeluarkan air mata untuk hal-hal yang sia-sia, tidak mengeluarkan air mata untuk menangisi akan segala dosaku kepedamu.Dedaunan jauh  lebih baik dari pada diriku, daun yang setiap harinya bertasbih kepadamu hingga mereka berguguran, menyerahkan akan nasibnya hanya kepadamu. Tapi diriku ? bukankah aku manusia yang bodoh !

Betapa hinanya diriku….
yang tak pernah menyadari akan kelebihan yang engkau berikan kepadaku.
Aku bisa mengaji
Aku bisa membaca
Aku bisa menulis
Aku bisa mandiri
Aku bisa sholat
Aku bisa bawa motor walaupun pelan
Aku bisa makan setiap hari
DAN Aku bisa tersenyum kepada semua orang yang tidakku kenal, walaupun kadang senyumanku tidak dibalas.
Sungguh aku lupa akan hal itu. KECIL, tapi sangat bermanfaat untukku.

Betapa hinanya diriku….
Yang selalu ingkar janji kepadamu, sedang engkau selalu memenuhi janjimu kepadaku.

Betapa hinanya diriku….
Yang tak pernah mensyukuri nikmat yang telah kau berikan.
Gigiku bisa dikatakan rapat
Hidungku tidak terlalu pesek
Kuku jariku tidak  panjang
Badanku tidak terlalu kurus
Tinggiku tidak terlalu pendek
Berat badanku pas
Kulitku bukan hitam, hanya sedikit coklat langsat.
Bukankah itu juga termasuk anugrah yang engkau berikan untukku ! sungguh sedikit sekali aku mensyukurinya.

Betapa hinanya diriku….
Yang selalu mengeluarkan air mata untuk hal-hal yang sia-sia dan tidak pernah mengeluarkan air mata untuk menangisi akan segala dosaku kepedamu.

Ya allah….

Engkau rahhman, engkau rahhim, engkau khaliq,engkau jabbar…

Aku mengaku manusia yang hina,
Dosaku terlalu banyak
Aku tak pantas mendapat ampunan darimu, namun aku  juga tak sanggup bila nantinya aku mendapat azabmu yang pedih.
Ampuni aku ya allah, tiada tempat memohon ampunan selain hanya kepadamu.  AMINNNNN………

Minggu, 03 Mei 2015

MANJADDA WAJADDA

Sukses itu bukan milik mereka yang kaya,miskin,sederhana dan yang memiliki bakat. Sebenarnya sukses adalah milik orang-orang yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh. Untuk apa kaya tapi bodoh, dan tidak ada gunanya memiliki bakat apabila tidak mau  berusaha mengembangkan bakat. orang miskin juga tidak bisa sukses jika dia tidak mau mengubah nasibnya sendiri. Bahkan allah swt pun tidak akan mengubah nasib seseorang sebelum dia mengubahnya.

.  Angga Dwituti Lestari  dia adalah salah seorang  lulusan coumload dengan nilai IPK 3,98 yang unik dari  ceritanya adalah  dia pernah berkata “Dari SD sampai kuliah dia tidak pernah di beri uang jajan oleh orang tuanya”,karena orang tuanya tidak memiliki penghasilan yang cukup, ayahnya hanya seorang  buruh tani  yang bekerja di ladang orang lain dan ibunya hanya ikut membantu ayahnya. dia juga bercerita bahwa pada pada saat mendapat nilai yang bagus di sekolah orang tuanya hanya memberi hadiah berupa semangkok Mie Ayam, namun ia tidak patah semangat dalam belajar karena dia percaya dengan kata “manjadda wajadda” , dia juga mengatakan bahwa setiap harinya dia  bekerja  dengan berjualan krupuk keliling dan menjual jus di pinggir jalan, selain itu dia juga mengajari anak-anak di desanya yang tidak bersekolah. Kini ia diberi beasiswa di belanda.

semua orang bisa sukses asal punya niat yang kuat dan sungguh-sungguh dalam mewujudkannya. “allah itu maha adil tidak pernah membedakan-bedakan makhluknya, siapa yang mau berusaha dialah yang akan diberi”


NEVER GIVE UP !